Mahasiswa Prodi Pendidikan Sendratasik, Harumkan Nama Unesa Lewat Musik Keroncong
Surabaya,
27 November 2025 — Di tengah dominasi musik pop dan digital, enam mahasiswa
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuktikan bahwa keroncong genre musik
klasik yang sarat nilai sejarah masih mampu berbicara di panggung kontemporer.
Melalui Komunitas Kegiatan Mahasiswa (KKM) Keroncong Sendratasik Fakultas
Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, mereka berhasil meraih Juara 3 Tingkat Nasional
dalam Lomba Keroncong Nasional UNCC 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas
Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya.
Tim
KKM Keroncong Sendratasik Unesa, yang dipimpin oleh Arya Asna Lubis mahasiswa
Pendidikan Sendratasik angkatan 2022 tampil memukau di hadapan dewan juri dan
penonton dalam kompetisi bergengsi tersebut. Mereka tidak hanya menampilkan
kemampuan teknis bermusik, tetapi juga menghadirkan interpretasi artistik yang
menghormati akar tradisi sekaligus menyegarkannya untuk generasi muda.
Tim
ini terdiri atas enam mahasiswa aktif dari Program Studi S1 Pendidikan
Sendratasik FBS Unesa, yang berlatih secara intensif di bawah bimbingan Senyum
Sadhana, S.Sn., M.Pd., selaku pembina KKM Keroncong. Keberhasilan mereka
mencerminkan sinergi kuat antara kurikulum akademik, pembinaan ekstrakurikuler,
dan semangat pelestarian budaya.
Pembina
Himpunan Mahasiswa Prodi Sendratasik, Anbie Haldini Muhammad, S.Sn., M.A. dalam
kesempatan lain menyampaikan bahwa Pencapaian ini bukan sekadar kemenangan
dalam lomba, melainkan bukti konkret bahwa seni tradisi seperti keroncong masih
relevan dan mampu menjadi medium ekspresi intelektual mahasiswa masa kini. KKM
Keroncong menunjukkan bahwa kompetensi seni khususnya dalam bidang musik
tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter dan
identitas kebangsaan.
Lomba
Keroncong Nasional UNCC 2025 digelar pada 27 November 2025 di Surabaya, dengan
diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Unesa menjadi salah satu dari sedikit kampus yang mengirimkan utusan dari
komunitas keroncong berbasis pendidikan seni formal.
Prestasi
ini memperkuat posisi Unesa sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam
pendidikan, tetapi juga aktif melestarikan dan mengembangkan seni budaya
nasional. Sebagaimana ditegaskan oleh Tomy Agung Sugito, S.Pd., M.Pd dosen musik
Prodi Pendidikan “Kemenangan ini adalah bukti bahwa mahasiswa Sendratasik mampu
mengintegrasikan teori, praktik, dan rasa cinta terhadap warisan budaya
bangsa.”
Dengan
capaian ini, KKM Keroncong Sendratasik Unesa tidak hanya mengharumkan nama
kampus, tetapi juga memberikan inspirasi bahwa musik tradisional dapat menjadi
jembatan antara akademik, identitas budaya, dan partisipasi aktif dalam
kehidupan seni nasional. Di tengah tantangan globalisasi, mereka membuktikan:
keroncong bukan hanya nostalgia tapi masa depan yang perlu dijaga.