SEMNAS SENJUK #3

Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3 bertempat di Gedung T13, hari Sabtu 14 September 2019, diawali dengan kegiatan registrasi peserta. Panitia Kesekretariatan memberikan pelayanan registrasi peserta dan pemakalah yang ikut serta dalam event ini. Registrasi tersebut meliputi presensi kehadiran, pemberian Seminar Kit dan juga snack kepada para peserta seminar. Proses registrasi berlangsung mulai pukul 07.00-08.30. Setelah proses registrasi selesai, para peserta langsung diarahkan menuju lantai 4 Auditorium Gedung T13, tempat berlangsungnya acara pleno Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3.
Suasana Registrasi Peserta Seminar Nasional Seni Pertunjukan 2019
Pukul 08.40, kegiatan Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3 dibuka oleh pembawa acara dari mahasiswa Jurusan Sendratasik, pada pukul 08.30; dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan iringan live orchestra dari Unesa Symphony Orchestra. Sajian tari Jejer oleh mahasiswi-mahasiswi jurusan Sendratasik menjadi suguhan pada pembukaan Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3. Opening speech diberikan oleh Harpang Yudha Karyawanto, S.Pd, M.Pd selaku ketua panitia seminar nasional, dilanjutkan dengan sambutan Dr. Trisakti, M.Si selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Acara selanjutnya adalah doa pembuka yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa jurusan Sendratasik, sekaligus sebagai kegiatan terakhir dari sesi seremonial pembukaan Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3.
Pembawa acara mempersilakan 2 (dua) narasumber utama pada sesi pertama (Eko Supriyanto dan Ir. Purwatjaraka), beserta moderator (Moh. Sarjoko, S.Sn, M.Pd) dan notulen (Welly Suryandoko, S.Pd, M.Pd) untuk bersiap pada podium utama auditorium Gedung T13. Sesi pleno pertama dimulai pada pukul 09.10. Pembicara pertama (Eko Supriyanto) memaparkan hal-hal yang berkenaan dengan proses kreatif dalam menciptakan suatu karya, bagaimana suatu karya dapat diterima dan dinikmati oleh masyarakat, tanpa mengurangi nilai estetika dan nilai keluhuran dari karya yang dimaksudkan. Eko Supriyanto memaparkan pengalamannya selama menjadi penata tari dalam level internasional. Beliau mengemukakan bahwa meskipun pada zaman sekarang Nampak sulit untuk berkompetisi, namun sesungguhnya banyak kemudahan yang dapat kita nikmati, salah satunya ialah meraih cita-cita dan karier dapat terfasilitasi oleh kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi. Inti dari pemaparan Eko Supriyanto yakni bahwa dalam menghadapi revolusi industry, kita harus memperbanyak karya, mempertajam gagasan.
Senada dengan yang diutarakan oleh Eko Supriyanto, Ir. Purwatjaraka juga membagikan pengalaman beliau dalam bermusik, mulai dari kecil hingga masa sekarang. Beliau menegaskan bahwa era saat ini adalah eranya persaingan, di mana menjadi generasi muda harus mampu menangkap peluang, lahan apa yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai lahan bisnis, lahan mana yang dapat menjadi gagasan dan menghasilkan sebuah karya. Ir. Purwatjaraka mengatakan, “Ide dan professional dalam tari maupun dalam music itu lahir dari hati, yang menyatu dengan bidang apa yang kita tekuni sehingga karya tersebut mampu berbicara tentang pesan-pesan kemanusiaan kepada masyarakat banyak.”
Sesi pertama kelas pleno dengan narasumber Ir. Purwatjaraka dan Eko Supriyanto diakhiri dengan pemberian cinderamata (berupa trophy Universitas Negeri Surabaya dan karikatur masing-masing narasumber) oleh para pimpinan (Dr. Trisakti, M.Si, Dr. Anik Juwariyah, M.Si, dan Moh. Sarjoko, S.Sn, M.Pd) serta dosen senior jurusan Sendratasik (Musafir Isfanhari) kepada Ir. Purwatjaraka dan Eko Supriyanto. Foto bersama narasumber dan seluruh jajaran dosen Jurusan Sendratasik menutup sesi pertama.
Foto Bersama Seluruh Dosen Jurusan Sendratasik dengan Narasumber
Break Session dimulai pukul 12.05. Ketiga narasumber utama diantar menuju lokasi photo booth untuk melakukan photo session dan sesi wawancara dengan para jurnalis, meliputi Humas Universitas Negeri Surabaya, Kompas Surabaya, Jawa Pos, dan JTv. Masing-masing narasumber diajukan pertanyaan mengenai strategi ‘adu gagasan’ dalam industry kreatif pada era Revolusi Industri 4.0. Antusiasme hadirin arall dalam sesi foto tersebut, di mana mereka meminta para narasumber untuk melakukan swafoto. Durasi sekitar 45 menit benar- benar dioptimalkan oleh hadirin untuk berinteraksi langsung dan mengabadikan moment dengan ketiga narasumber. Setelah itu, ketiga narasumber diantar menuju ruang transit di lantai 2 untuk menikmati sajian makan siang dan sesi ramah tamah dengan para pimpinan Jurusan (Dr. Trisakti, M.Si, Dr. Anik Juwariyah, M.Si, Moh. Sarjoko, S.Sn, M.Pd dan ketua pelaksana Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3 Harpang Yudha Karyawanto, S.Pd, M.Pd).
Oleh karena antusiasme jurnalis dan hadirin begitu besar ketika sesi photo dan sesi wawancara yang memanfaatkan durasi waktu break cukup aralle, maka kelas pleno sesi kedua dimulai dengan mengalami sedikit keterlambatan, yakni pukul 13.10. Pembawa acara mempersilakan narasumber Nanang Arizona, S.Sn, M.Sn beserta moderator dan notulen untuk bersiap pada podium utama. Pemaparan materi oleh Nanang Arizona, S.Sn, M.Sn terkait tentang peluang generasi milenial. Beliau mengemukakan bahwa peluang yang dimiliki oleh generasi milenial tersebut ada pada genggaman mereka, bergantung pada cara mereka mengoptimalkan hal tersebut; dapat mendukung cita-cita dan mimpi atau tidak. Secara keseluruhan, peserta Seminar Nasional Seni Pertunjukan 2019 sangat terhibur dan menaruh banyak atensi terhadap ketiga narasumber. Peserta dapat berinteraksi dan berdialog secara langsung dengan narasumber. Hal ini menjadikan kelas pleno baik sesi I maupun sesi II berjalan dengan lancer dan penuh antusias.
Kelas Pleno Sesi II selesai pada pukul 14.35. Panitia Seminar Nasional Seni Pertunjukan 2019 mengkoordinasikan para peserta untuk memeprsiapkan diri menjelang sesi kelas parallel, dengan pembagian kelas yang sudah ditentukan dengan sub-sub tema seminar.
Kelas parallel terdiri dari 3 (tiga) kelas, yakni (1) kelas A untuk sub tema ‘Seni Pertunjukan di Era Revolusi Industri 4.0’ dan sub tema ‘Seni dan Masyarakat’; (2) kelas B untuk sub tema ‘Interdisipliner Seni Pertunjukan dan Pendidikan Seni’ dan sub tema ‘Profesionalisme Pendidik Seni’; serta (3) kelas C untuk sub tema ‘Implementasi Pop Culture dalam Pendidikan Seni’ dan sub tema ‘Manajemen Seni Pertunjukan’. Para moderator (Dr. I Nengah Mariasa, M.Hum, Dra Eko Wahyuni Rahayu, M.Hum, serta Dra. Retnayu Prasetyanti Sekti, M.Si) beserta para peserta dan pemakalah siap pada ruangan masing-masing pada pukul 14.30. Kelas parallel dimulai pada pukul 14.40. Kegiatan kelas parallel meliputi presentasi artikel dari 4 (empat) pemakalah yang sudah lolos seleksi tim proceeding Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3. Setelah presentasi, dibuka sesi tanya jawab antar peserta dan pemakalah, dengan panduan dari moderator. Sesi kelas parallel berakhir pada pukul 16.05.
Sesi penutupan Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3 dilakukan langsung pada masing- masing kelas parallel. Setelah itu, para peserta diminta untuk mengambil sertifikat pada pos kesekretariatan di bagian lobby depan lantai 2 Gedung T13, sebagai tahap akhir pelaksanaan Seminar Nasional Seni Pertunjukan #3.