Revitalisasi Rumah Budaya, Mahasiswa Prodi Pendidikan Sendratasik FBS UNESA Bangkitkan Seni Tradisi Ponorogo
Ponorogo,
28 September 2025 –
Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni,
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) semester 5 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata
Tematik (KKN-T) bertema “Harmoni Kreatif Bersama Masyarakat: Potensi,
Menjaga Seni”. Kegiatan berlangsung di Desa Serag, Kecamatan Pulung,
Kabupaten Ponorogo, sejak 10 September hingga 19 Desember 2025.
Dalam program ini, mahasiswa berfokus pada revitalisasi Rumah Budaya Harmini Parni, sebuah pusat pelestarian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di bidang seni tradisi dan budaya lokal. Revitalisasi ini diarahkan untuk menciptakan tata kelola rumah budaya yang lebih terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan sehingga dapat berfungsi optimal sebagai ruang pembelajaran seni, khususnya seni drama, tari, dan musik khas Ponorogo.

Kegiatan
KKN-T melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, serta partisipasi aktif
masyarakat Desa Serag. Program kerja yang dijalankan mencakup pelatihan seni
pertunjukan, pengembangan kreativitas lokal, penguatan budaya melalui
pertunjukan, hingga asistensi mengajar di MI Ma’arif Serag dan SDN Serag. Semua
kegiatan dirancang secara partisipatif agar masyarakat juga berdaya dalam
menjaga kelestarian seni dan budaya.
Selama
tiga bulan, mahasiswa menyelenggarakan sejumlah aktivitas, antara lain:
- Sosialisasi
potensi seni dan budaya lokal di Dusun Ngerjang dan Krajan,
- Pelatihan
tari dan karawitan bagi anak-anak dan ibu-ibu,
- Asistensi
pembelajaran seni drama, tari, dan musik di sekolah,
- Latihan
rutin kesenian Reyog dan Tariyub,
- Puncak
kegiatan berupa pentas seni di Rumah Budaya Harmini Parni pada awal
Desember 2025.
Program
ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami potensi,
tantangan, serta dinamika masyarakat desa, sekaligus mengasah kemampuan
analisis, inovasi, dan kolaborasi dalam bidang seni budaya.
Partisipasi
UNESA juga diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi rumah budaya sebagai pusat
edukasi non-formal berbasis digital, serta membangun jejaring kerja sama antara
lembaga pendidikan dan masyarakat.
“Kami
berharap kegiatan ini membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Serag,
sekaligus menjadikan desa lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing di bidang
seni budaya,” ungkap Vicka Az Zahra Koordinator KKN-T.
Dukungan
penuh dari pemerintah desa dan warga menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa diharapkan dapat menjadi
teladan dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.