Pentas Pamit Delegasi Unesa Menuju PEKSIMINAS XVIII 2026: Doa, Dukungan, dan Harapan Mengukir Prestasi di Jember
Ditmawal Unesa menggelar Pentas Pamit di Gedung Pertunjukan Sawunggaling sebagai momentum pelepasan, penguatan mental, dan penyatuan doa menjelang delegasi berlaga pada ajang seni mahasiswa tingkat nasional di Universitas Jember.
SURABAYA | Menjelang PEKSIMINAS XVIII 2026, 7–11 September 2026

SURABAYA—Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (Ditmawal) Universitas Negeri
Surabaya (Unesa) menggelar Pentas Pamit delegasi Unesa menuju Pekan Seni
Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII 2026 di Gedung Pertunjukan Sawunggaling,
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa. Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan
sekaligus penguatan semangat sebelum para mahasiswa membawa nama almamater ke
panggung kompetisi seni mahasiswa tingkat nasional di Universitas Jember.
Pentas Pamit tidak ditempatkan sekadar sebagai seremoni menjelang
keberangkatan. Agenda ini menjadi ruang bersama untuk menyatukan doa, dukungan,
dan harapan agar seluruh delegasi berangkat dengan kesiapan terbaik, percaya
diri, serta mampu menampilkan kemampuan artistik secara maksimal. Semangat
berprestasi juga diarahkan tetap berjalan bersama sportivitas, kedisiplinan,
tanggung jawab, dan kebanggaan membawa nama Unesa.
Kegiatan tersebut dihadiri Dr. Tutur Jatmiko, S.Pd., M.Kes., selaku
Kasubdit Pengembangan Ormawa dan Alumni Unesa; Syafi’ul Anam, Ph.D., selaku
Dekan FBS Unesa; serta Dr. Arif Hidajad, S.Sn., M.Pd., selaku Ketua Delegasi
Unesa. Kehadiran unsur pimpinan dan pendamping menjadi bentuk dukungan
institusional bagi mahasiswa yang akan berkompetisi sekaligus penegasan bahwa
prestasi seni merupakan bagian penting dari pengembangan potensi mahasiswa di
lingkungan universitas.
Suasana Pentas Pamit membawa pesan yang kuat: delegasi tidak berangkat
sendiri. Di belakang setiap penampilan terdapat proses latihan, pembinaan,
pendampingan, koordinasi, serta dukungan dari berbagai unsur kampus. Karena
itu, panggung Sawunggaling menjadi titik temu antara kerja keras yang telah
dijalani para peserta dan harapan besar agar seluruh proses tersebut dapat
berbuah pada penampilan terbaik di Jember.
Bagi para delegasi, kesempatan tampil dalam PEKSIMINAS merupakan ruang
pembuktian sekaligus pengalaman belajar di tingkat nasional. Kompetisi
menghadapkan mahasiswa pada standar artistik, kreativitas, ketahanan mental,
dan kemampuan mengelola penampilan dalam situasi kompetitif. Pengalaman
tersebut diharapkan memperkuat kematangan berkarya sekaligus memperluas
jejaring antarmahasiswa seni dari berbagai daerah di Indonesia.
|
SEMANGAT PENTAS PAMIT Berangkat dengan doa, tampil dengan kesiapan terbaik,
dan pulang membawa pengalaman serta prestasi yang membanggakan Unesa. |

PEKSIMINAS XVIII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–11 September 2026 dan
dipusatkan di Universitas Jember. Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat
Pembelajaran dan Kemahasiswaan, ajang tahun ini diikuti 526 delegasi dengan
total 893 personel yang berkompetisi pada 20 tangkai lomba. Skala tersebut
menunjukkan ketatnya persaingan sekaligus besarnya ruang apresiasi bagi karya
dan kemampuan seni mahasiswa dari berbagai provinsi.
Dalam konteks itu, Pentas Pamit menjadi bagian penting dari kesiapan akhir
delegasi Unesa. Tidak hanya kesiapan teknis, para peserta juga membutuhkan
ketenangan, fokus, dan keyakinan menghadapi atmosfer kompetisi nasional.
Dukungan dari pimpinan universitas dan fakultas diharapkan memberi tambahan
energi psikologis agar para mahasiswa mampu mengelola tekanan, menjaga
konsentrasi, dan tetap tampil sebagai representasi terbaik Unesa.
Harapan untuk menjadi juara tentu menjadi salah satu tujuan yang menyertai
keberangkatan delegasi. Target tersebut ditempatkan sebagai hasil dari proses
yang disiplin, bukan sekadar ambisi memperoleh medali. Setiap peserta
diharapkan berani menampilkan karakter karya, menjaga kualitas penampilan,
menghormati peserta lain, serta mampu menunjukkan etika kompetisi yang
mencerminkan nilai akademik dan budaya Unesa.
Pentas Pamit di Gedung Pertunjukan Sawunggaling pada akhirnya menjadi
penanda bahwa fase persiapan telah memasuki tahap akhir. Dari Surabaya menuju
Jember, delegasi Unesa membawa kerja keras, doa, dan kepercayaan banyak pihak.
Seluruh sivitas akademika menaruh harapan agar perjalanan menuju PEKSIMINAS
XVIII 2026 dapat melahirkan pengalaman berharga, memperkuat reputasi prestasi
mahasiswa, dan, yang paling diharapkan, menghadirkan gelar juara bagi
Universitas Negeri Surabaya.
Dengan semangat tersebut, delegasi Unesa dilepas menuju PEKSIMINAS XVIII
2026 bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa seni
merupakan ruang pendidikan, kreativitas, karakter, dan prestasi. Doa terbaik
menyertai langkah para delegasi: tampil maksimal, tetap rendah hati, saling
menguatkan, dan membawa pulang hasil terbaik untuk almamater.
Editor: Syaiful Qadar Basri
Penulis berita: @ipoenkbadhoet
Instagram: @ipoenkbadhoet
Informasi lebih lanjut:
https://s1psendratasik.fbs.unesa.ac.id/
https://s2pendsenibudaya.pasca.unesa.id/
https://s3pendidikanseni.fbs.unesa.ac.id/