Pembukaan FTPMN 2025: Sebuah Oase Kreativitas Akademik di Dunia Teater Pelajar dan Mahasiswa
Surabaya,
3 November 2025 – Festival Teater Pelajar dan Mahasiswa Nasional (FTPMN) 2025
resmi dibuka sebagai tonggak penting dalam perjalanan panjang perkembangan
teater pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Diselenggarakan oleh Kelompok
Kegiatan Mahasiswa (KKM) Teater Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa), festival ini tidak sekadar menjadi
panggung pertunjukan seni, melainkan juga berfungsi sebagai laboratorium
kolektif yang menegaskan peran seni dalam membentuk karakter dan daya kritis
generasi muda.
Mengusung
Spirit Akademik dalam Rangkaian Estetika Panggung
FTPMN
2025 menegaskan posisinya sebagai festival teater terkemuka yang berhasil
mengintegrasikan dimensi estetika pertunjukan dengan ranah akademik. Berbeda
dengan festival seni yang hanya fokus pada hiburan atau kompetisi, FTPMN
mengedepankan teater sebagai media pendidikan karakter, eksplorasi ilmu sosial,
dan refleksi terhadap isu-isu kontemporer. Para peserta yang berasal dari
berbagai kampus dan sekolah di seluruh Indonesia diharapkan tidak hanya
menunjukkan kemampuan akting, tetapi juga kedalaman riset dan interpretasi
secara mendalam terhadap naskah yang dipentaskan.
Secara
esensial, teater di lingkungan akademik merupakan ruang pembelajaran
multidisiplin yang mengharuskan aktor memahami psikologi karakter, konteks
sejarah naskah, serta isu-isu politik yang menyertainya. Ini adalah perpaduan
antara seni pertunjukan (sendratasik) dan ilmu pengetahuan yang menjadi dasar
pentingnya dukungan institusional terhadap festival ini. Dengan dukungan
tersebut, Unesa melalui FBS menegaskan bahwa teater bukan hanya aktivitas
ekstrakurikuler, melainkan mata kuliah praksis yang krusial bagi pengembangan
keilmuan dan karakter.
Seremoni
Pembukaan yang Megah dan Penuh Makna
Pembukaan
resmi FTPMN 2025 berlangsung meriah di Graha Sawunggaling, Unesa, pada malam
hari pukul 19.00 WIB. Acara ini menandai awal rangkaian festival sekaligus
menampilkan kolaborasi berbagai elemen seni. Sambutan kunci yang dihadirkan
seperti dari Ketua Panitia FTPMN 2025, Syahroni Kurniawan; Pembina KKM Teater
Sendratasik, Syaiful Qadar Basri, S.Pd., M.Hum.; Korprodi Pendidikan
Sendratasik, Dr. Welly Suryandoko, M.Pd.; Dekan FBS, Syafi’ul Anam, Ph.D.;
serta perwakilan Rektor Unesa, Dr. Muhamad Sholeh, S.Pd., M.Pd., memberikan
nilai akademik dan kelembagaan yang kuat bagi festival ini. Simbolis pembukaan
disampaikan secara resmi oleh perwakilan rektor.
Setelah
rangkaian resmi, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang mengangkat
budaya lokal, seperti pementasan Reyog Laskar Sawunggaling dan penampilan musik
oleh Paras & Claudia. Integrasi seni tradisional dan kontemporer ini
memperkuat posisi Unesa sebagai pusat pengembangan seni yang inklusif dan
progresif.
Peran
Strategis Unesa dalam Mendorong Ekosistem Seni Nasional
FTPMN
2025 bukan sekadar kegiatan internal, melainkan juga menjadi momen penting bagi
Unesa sebagai tuan rumah kebudayaan nasional. Kehadiran dan pembukaan resmi
oleh Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menunjukkan bahwa festival ini
merupakan agenda strategis universitas dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan
Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui seni dan budaya.
Festival
ini menjembatani teori dan praktik, ruang kelas dan panggung, sekaligus
menyediakan ruang aman bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengemukakan gagasan
dan keresahan mereka. Melalui teater, peserta belajar mengelola produksi,
bekerja sama dalam tim, serta menjadi aktor intelektual yang mampu menyerap dan
mengurai kompleksitas dunia secara reflektif dan imajinatif. Dengan demikian,
FTPMN 2025 diharapkan akan melahirkan talenta seni yang tidak hanya mahir
secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan akademik yang mendalam untuk
kontribusi pembangunan bangsa di masa depan.