“Mereka Kehilangan Segalanya, Kami Cukup Memberi Sedikit”: Mahasiswa PEC Unesa Galang Solidaritas untuk Korban Erupsi Semeru
Surabaya,
28 November 2025 — Di tengah dinamika kampus yang biasanya dipenuhi oleh
aktivitas akademik dan seni, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
(Unesa) memilih jalan empati. Melalui Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM)
Pantomime Education Center (PEC), mereka menggelar aksi tanggap bencana untuk
membantu korban erupsi Gunung Semeru yang terjadi pekan lalu. Aksi tersebut
dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, bertepatan dengan momentum “Jumat
Berkah”, di Kampus 2 Unesa, Lidah Wetan, Surabaya.
Mahasiswa
PEC Unesa menginisiasi penggalangan dana dengan mengusung tajuk “Mereka
Kehilangan Banyak, Kita Cukup Memberi Sedikit”. Mereka berkeliling di
titik-titik strategis kampus, seperti area kantin, Taman Merdeka Belajar, dan
ruang publik lainnya, untuk mengajak civitas akademika berpartisipasi. Aksi ini
berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang siang, dengan semangat
gotong royong dan rasa kemanusiaan yang tinggi.
Inisiatif
ini diprakarsai oleh anggota KKM PEC Unesa komunitas mahasiswa yang biasanya
dikenal melalui ekspresi seni pantomime namun kali ini menunjukkan wajah lain:
sebagai agen sosial yang responsif terhadap bencana nasional. Aksi ini juga
mendapat dukungan penuh dari pembina PEC, Dr. Indar Sabri, S.Sn., M.Pd., yang
menekankan pentingnya empati dalam membentuk karakter intelektual muda.
Bagi
Dr. Indar, aksi solidaritas semacam ini bukan sekadar respons spontan,
melainkan manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang harus ditanamkan
di lingkungan kampus. “Respon dan rasa peduli seperti ini harus dimiliki oleh
para calon intelektual kita. Kelak merekalah yang akan memimpin Indonesia. Jika
empati dan simpati tumbuh dengan baik, maka mereka akan menjadi pemimpin yang
baik pula,” tegasnya.
Aksi
digelar di Kampus 2 Unesa, Lidah Wetan salah satu pusat aktivitas mahasiswa
terpadat di Surabaya pada Jumat pagi, 28 November 2025. Pemilihan waktu ini
sengaja diselaraskan dengan tradisi “Jumat Berkah”, hari yang secara kultural
dianggap mulia untuk berbagi dan beramal.
Selain
mengumpulkan donasi untuk korban erupsi Semeru, kegiatan ini berhasil
menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa tentang pentingnya
solidaritas sosial. Aksi ini juga menunjukkan bahwa seniman muda meski kerap
diasosiasikan dengan dunia estetika juga memiliki tanggung jawab moral terhadap
realitas sosial di sekitarnya.
Dengan
menggabungkan spirit kemanusiaan dan identitas akademik, mahasiswa PEC Unesa
membuktikan bahwa kampus bukan hanya ruang penciptaan ilmu, tetapi juga
laboratorium empati. Di tengah keprihatinan nasional akibat bencana alam,
mereka menunjukkan bahwa memberi sekecil apa pun adalah bentuk perlawanan
terhadap keputusasaan. Hasil dari aksi tersebut kemudian di kirimkan kepada
korban erupsi semeru melalui mitra Pantomime education center yaitu Rumah
pantomime Nusantara.