Mahasiswa Prodi Sendratasik FBS UNESA Memukau Di Syukuran HUT RI Ke-80 Di KBRI Manila: Seni Sebagai Diplomasi Budaya Untuk Diplomasi Nasional
Manila,
Filipina - 17 Agustus 2025 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik,
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tampil
memukau dalam acara Syukuran Hari Ulang
Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia
yang diselenggarakan oleh
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, pada Minggu, 17 Agustus 2025,
di Ruang Nusantara, KBRI Manila. Dengan kepiawaian seni pertunjukan, mereka
menjadi ujung tombak diplomasi budaya Indonesia di tanah perantauan,
memperkenalkan kekayaan seni tradisional Nusantara kepada ratusan tamu
undangan, termasuk warga Indonesia di Filipina dan para diplomat.
Dalam
rangkaian acara syukuran HUT RI ke-80 yang berlangsung meriah seusai upacara
bendera, mahasiswa magang Prodi Sendratasik UNESA membawakan dua karya seni
tari:Tari Puspanjali dan Tari Sirih Kuning, serta bertindak sebagai
Penanggung Jawab Aubade sebuah bentuk persembahan musik tradisional yang
dibawakan secara spontan dan penuh khidmat sebagai pembuka acara. Selain itu,
penampilan Tari Piring dari Paduan Suara Kirana Children Choir dan paduan suara
staf KBRI turut memperkaya nuansa kebangsaan dan kearifan lokal.
Kegiatan
ini melibatkan kolaborasi lintas komunitas: Mahasiswa magang Prodi Sendratasik FBS
UNESA, sebagai pelaku utama seni pertunjukan dan pengelola teknis aubade, Kirana
Children Choir paduan suara anak-anak Indonesia di Manila yang membawakan
lagu-lagu nasional dan tradisional, Staf KBRI Manila sebagai koordinator,
penonton, dan peserta paduan suara, Warga Indonesia di Filipina sebagai
penonton dan bagian dari keluarga besar diaspora.
Acara
berlangsung di Ruang Nusantara, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Manila,
Filipina sebuah ruang simbolis yang dirancang untuk memperkuat identitas budaya
Indonesia di luar negeri. Syukuran HUT RI ke-80 diselenggarakan pada Minggu, 17
Agustus 2025, pascakemeriahan upacara bendera, sebagai bagian dari rangkaian
perayaan nasional di luar negeri.
Kegiatan
ini bukan sekadar perayaan, tetapi strategi
diplomasi budaya yang sangat signifikan. Melalui seni
pertunjukan, mahasiswa Prodi Sendratasik FBS UNESA membawa nilai-nilai
kebangsaan, kearifan lokal, dan profesionalisme pendidikan seni Indonesia ke
kancah internasional. Di tengah keragaman budaya Filipina, tarian dan musik
tradisional Indonesia menjadi jembatan emosional yang menyatukan diaspora,
membangkitkan rasa cinta tanah air, dan meneguhkan eksistensi budaya Indonesia
sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas nasional.
Mahasiswa
magang dari Prodi Pendidikan Sendratasik UNESA tidak hanya tampil sebagai
seniman, tetapi juga sebagai manajer acara dan pemimpin seni. Mereka: Merancang
dan mengkoordinasikan aubade sebagai pembuka acara, menunjukkan kemampuan
manajemen pertunjukan. Membawakan Tari
Puspanjali dan Tari
Sirih Kuning dengan presisi teknis dan ekspresi emosional
yang mendalam. Menjadi representasi nyata dari lulusan pendidikan seni yang berdaya saing
global , mampu beradaptasi,
berkolaborasi, dan mempromosikan budaya Indonesia di lingkungan multikultural.
Dengan
keberhasilan ini, Prodi Sendratasik UNESA membuktikan bahwa pendidikan seni
pertunjukan tidak hanya berkutat di panggung kampus, tetapi juga menjadi alat diplomasi, pemersatu, dan penjaga
identitas bangsa di manapun mahasiswanya berada.
Kepala
KBRI Manila menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penampilan mahasiswa UNESA,
menyebutnya sebagai “ the heartbeat of Indonesia’s cultural diplomacy ”.
Mahasiswa Prodi Sendratasik FBS UNESA pun berkomitmen untuk terus menjadi duta
seni Indonesia di manapun mereka ditempatkan bukan hanya sebagai pelaku seni,
tetapi sebagai agen perubahan yang membawa kebanggaan bangsa lewat seni.