Mahasiswa PLP UNESA dan Sekolah Indonesia Bangkok Berkolaborasi Hadirkan Selasar Gerak Jawatimuran dengan Dukungan KBRI Bangkok
Bangkok — Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang bertugas di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) dibawah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok dalam pelaksanaan proyek berdampak yang bertajuk Selasar Gerak Jawatimuran. Proyek yang diinisiasi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Bangkok merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Jawa Timur di lingkungan Sekolah Indonesia Bangkok.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Ibu Maria Victoria, beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan yang turut mendampingi pelaksanaan proyek. Melalui kolaborasi antara mahasiswa PLP UNESA dan Sekolah Indonesia Bangkok dibawah nauangan KBRI Bangkok, proyek ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran budaya yang berkelanjutan bagi peserta didik.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik SIB dengan keterampilan tari tradisional Jawa Timur agar dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan sekolah maupun agenda kebudayaan yang diselenggarakan oleh KBRI Bangkok. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya belajar gerak tari, tetapi juga mengenal nilai budaya, kekompakan, kedisiplinan, rasa percaya diri, dan kebanggaan sebagai anak Indonesia di lingkungan internasional.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PLP UNESA berperan sebagai pelatih tari yang membimbing peserta didik secara langsung. Selama bulan Mei 2026, peserta didik SIB mempelajari dua tari tradisional Jawa Timur, yaitu Tari Remo Bolet dan Tari Thengul.
Proyek ini diikuti oleh 12 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di Sekolah Indonesia Bangkok. Tim Tari Thengul terdiri atas delapan peserta didik, yaitu tiga siswa kelas 2 SD, dua siswa kelas 3 SD, dua siswa kelas 4 SD, dan satu siswa kelas 5 SD. Sementara itu, Tim Tari Remo Bolet terdiri atas empat peserta didik, yaitu dua siswa kelas 7 dan dua siswa kelas 10. Seluruh peserta mengikuti rangkaian latihan sebanyak 11 kali pertemuan dengan durasi 60 menit pada setiap sesi latihan.
Selama proses pelatihan, peserta didik mempelajari teknik dasar tari, penguasaan gerak, pola lantai, ekspresi, serta kekompakan dalam menari secara berkelompok. Kegiatan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia serta kemampuan peserta didik. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi latihan hingga akhir program.
Setelah melalui rangkaian latihan, hasil pembelajaran peserta didik ditampilkan dalam acara Wisuda Sekolah Indonesia Bangkok. Pada kesempatan tersebut, Tari Remo Bolet dipilih sebagai representasi hasil proyek “Selasar Gerak Jawatimuran.” Meskipun Tari Thengul belum ditampilkan dalam acara tersebut, seluruh peserta dari kedua tim telah mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat dan menunjukkan perkembangan positif.
Pembina tari Sekolah Indonesia Bangkok, Ibu Sri Ernawati, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen peserta didik selama mengikuti proyek ini. Menurutnya, kegiatan “Selasar Gerak Jawatimuran” memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik untuk mengenal budaya Indonesia secara lebih dekat, mengembangkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan tim tari sekolah yang siap mendukung misi budaya SIB dan KBRI Bangkok.
Mahasiswa PLP UNESA juga memperoleh pendampingan dari guru pamong, Ibu Bany, yang memberikan arahan selama pelaksanaan program. Pendampingan tersebut membantu mahasiswa menyesuaikan metode pelatihan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di Sekolah Indonesia Bangkok.
Bagi mahasiswa PLP UNESA, keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman nyata dalam mengajar, membimbing peserta didik, mengelola kegiatan seni, serta berkontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia di luar negeri. Kegiatan ini juga menjadi ruang penerapan kompetensi pedagogik dan keterampilan seni yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata di lingkungan sekolah.
Melalui proyek “Selasar Gerak Jawatimuran,” diharapkan keterampilan tari yang telah diperoleh peserta didik dapat terus dikembangkan dan ditampilkan dalam berbagai kegiatan sekolah maupun agenda budaya KBRI Bangkok. Lebih dari itu, peserta didik diharapkan dapat menjadi generasi muda Indonesia yang turut memperkenalkan budaya bangsa di lingkungan internasional.
Kolaborasi antara UNESA dan SIB dibawah naungan KBRI Bangkok ini menunjukkan bahwa praktik lapangan mahasiswa tidak hanya berdampak pada penguatan kompetensi calon pendidik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Indonesia di luar negeri.